Bisnis properti merupakan bisnis yang cukup menjanjikan. ­tiap tahun bisnis properti semakin berkembang. menurut Real Capital Analytics (RCA) dalam laporan Asia Pacific Capital Trends yang dikutip Mingtiandi, selama semester I/2021, volume transasksi properti Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Pasifik yakni 138 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2020.

Peluang yang besar ini dimanfaatkan oleh Heri suprihatin yang merupakan salah satu mahasiswa Universitas Nusa Mandiri kampus Jatiwaringin. Dia mendirikan azamta property, yang merupakan agen property yang memasarkan kavling dan rumah dengan system syariah. Azamta property dibentuk pada tahun 2018 dengan tujuan Memberikan solusi kepada masyarakat untuk memiliki investasi yang sesuai syariat islam, tanpa riba dan juga menciptakan lapangan kerja.

Terjunnya Heri di dunia bisnis dimulai dari dia mengundurkan diri dari tempatnya bekerja pada tahun 2018. Sepuluh tahun bekerja Heri memiliki tabungan yang cukup untuk membuka usaha dan mencoba membangun bisnisnya sendiri.

“Sebelum resign pun sudah mencoba mempersiapkan minimal di tabungan harus ada uang yg setidaknya klo kita sudah keluar kerja 6 bulan kedepan perekonomian masih aman. Dengan kita pahitnya tidak kerja lagi, dalam anggapan waktu 6 bulan itu kita bangun bisnis dan pahit-pahitnya lamar kerja lagi, karena waktu itu usia juga masih 28 tahun, ”ujarnya

Motivasi ingin memiliki waktu lebih banyak dengan keluarga, silaturahmi, dan menyukai tantangan menjadikan Heri Suprihatin mantap untuk menjalankan bisnis ini.

“Motivasi secara waktu ingin lebih banyak waktu untuk keluarga dan bersifat tidak regular sifatnya, Motivasi silaturahmi dengan banyak orang, ketemu hal-hal baru dan menantang, jika masih di perusahaan sebelumnya aktifitasnya monoton” ujar Heri Suprihatin

Saat ini bisnis properti yang dijalankan sudah memiliki total 62 orang konsumen, dengan jumlah karyawan 3 orang. Sedangkan untuk omzet bisnis properti yang dijalankan bisa mencapai ratusan juta dalam setahun.

“omset pada tahun 2021 mencapai ±500jt dan keuntungan bersih ±200jt,” ujarnya saat ditanya omset yang dihasilkan dari bisnis properti.

Semakin banyaknya agen properti, membuat persaingan bisnis semakin berat. Untuk menghadapi itu, Heri berupaya untuk tetap eksis dengan cara Upgrade ilmu , jalin silaturahmi, study banding ke kompetitor, serta mencoba memasarkan dengan digital marketing.

“Orientasi kedepan niatkan untuk membantu orang dan niatkan berjuang untuk keluarga/mencari nafkah , jangan takut gagal, belajar dengan mentor, ikut seminar/workshop bisnis dll,”tutup Heri

Bisnis Berkah, Mahasiswa UNM Garap Bisnis Properti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *