Mahasiswa jadi pengusaha sukses? Bagi kebanyakan orang mahasiswa identik dengan belajar, berorganisasi dan bergaul, tapi siapa sangka tidak sedikit mereka yang merintis karir sebagai pengusaha dari mahasiswa. Bagi seorang calon pengusaha kisah sukses mahasiswa jadi pengusaha merupakan bukti bahwa untuk menjadi pengusaha sukses tidak perlu membutuhkan modal besar, koneksi yang melimpah, yang diperlukan adalah kerja keras dan tekad yang kuat.

Seperti yang dilakukan oleh wirausaha mahasiswa Universitas Nusa Mandiri, Timbul Prasetiaji yang berhasil mengembangkan bisnisnya saat masih menjadi mahasiswa melalui Nusa Mandiri Entrepreneur Center.


Timbul Prasetiaji yang akrab di panggil aji ini menekuni bidang usaha rokok elektrik (vape) dengan brand Galaxy Vape. Aji menceritakan usahanya bermula dari krisis ekonomi yang dialaminya karena resign sebagai receptionist perhotelan, untuk memenuhi kebutuhannya aji
mencoba mencari peluang untuk berwirausaha dagang melalui grup jual beli di media social.

“Suatu ketika saya penasaran dengan salah satu postingan yang menjual kawat dan kapas yang bisa dijual dengan harga 10rb/meter dan 15rb/bungkus usut punya usut ternyata kawat dan kapas tersebut dipasang untuk sparepart rokok elektrik. Rokok elektrik/vape sendiri mungkin masih asing bagi sebagian orang, akan tetapi saat ini rokok elektrik sudah menjadi pilihan utama dibandingkan dengan rokok tembakau karena lebih aman digunakan. Masih sedikitnya persaingan dan barang yang unik menjadi peluang besar untuk dikembangkan,” Tutur Aji.

“Dulu, 4 tahun yang lalu saya hanya punya modal 100 rb untuk membeli 1 roll kawat dan 1 pack kapas untuk saya jual eceran. Banyak teman-teman yang meremehkan usahanya saya ,” kamu jualan apaan jualan kawat sama kapas”,”kenangnya.


Mulai modal seadanya itu, kini omzetnya mencapai lebih dari 30 juta/bulan dengan keuntungan bersih lebih dari 10 juta/bulan. Sebuah angka fantastis untuk seorang anak muda tanpa background bisnis. Ketekunan dan keuletanlah yang membawa bisnisnya seperti sekarang ini.


Dengan ketekunannya, bisnisnya kini tidak hanya mampu membiayai kuliahnya saja, namun kini telah mampu memenuhi kebutuhannya lainnya.

“Kalau mau bisnis, modal itu bukan yang utama akan tetapi yang utama adalah kemauan, jangan terlalu banyak berpikir tetapi bergerak, jangan takut dalam melangkah, selalu berdoa, shalat wajib dan berkumpullah dengan teman yang bermanfaat. Jika ingin penghasilanmu melebihi orang lain maka keseharianmu harus lebih sibuk dari orang lain. Disaat yang lain tidur lebih awal kamu sibuk untuk promosi usaha,disaat yang lain berputus asa dengan usahanya kamu semakin bersemangat dengan usahamu” kiranya begitulah tutur Aji saat ditanya mengenai pesan bagi mahasiswa yang sedang merintis usaha.

Muhammad Hilman Fakhriza, Ketua Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) Menyampaikan Mеnjаlаnі bіѕnіѕ ѕаmbіl kulіаh memang gаmраng-gаmраng ѕuѕаh. Disamping mengerjakan tugаѕ-tugаѕ аkаdеmіk bisnis tеtар hаruѕ jаlаn. Sааt bіѕnіѕ tеrаѕа ѕеdаng ѕері, kita dituntut untuk tіdаk mudаh mеnуеrаh. Rіntаngаn menuju kеѕukѕеѕаn memang tаk ѕеdіkіt. Namun ѕеgаlаnуа hаruѕ dіhаdарі ѕаmраі nаntіnуа bеrbuаh manis.

Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri Sukses Membangun Wirausaha Sejak Mahasiswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *